TELUSURI

MOKA KOTA BANDUNG

BERANDA BERITA PENDAFTARAN

Shinta Safira, Miss Indonesia asal Jawa Barat

Nonton peragaan busana di televisi, nampaknya menjadi pilihan tontonan utama setiap kali dirinya berada di depan televisi. Hingga mengacak saluran televisi lokal maupun televisi asing adalah kebiasaan yang hampir tak pernah ketinggalan dilakoninya sejak dibangku Sekolah Dasar. Naluri kecil itu mulai melekat, hingga bersolek di depan kacapun tak sekedar memandang sebuah cermin belaka, akan tetapi impiannya semakin terpatri terhadap angan-angannya tampil dalam sebuah peragaan busana di televisi jadi kenyataan
Berbekal percaya diri, Shinta Safira anak kesatu dari pasangan Atis Sutisna dan Juju Sukma ini membuktikan dirinya sebagai Runner Up 1 dalam acara Pasanggiri Mojang Jajaka (MOKA) Kota BandungTahun 2012.
Mojang Sunda kelahiran Kota Bandung, 27 Agustus 1993 dan pemilik postur tubuh 174 cm ini, mengaku sangat bangga terhadap Kota tanah kelahiranya. Memotivasi diri untuk berkarya lebih, khususnya dunia modeling dan kontes kecantikan yang kini digelutinya hingga terpilih sebagai kandidat Finalis Miss Indonesia 2013 yang mewakili Provinsi Jawa barat. Tentu bukanlah hal yang mudah, semua itu dilakoni dengan kerja keras dan penuh perjuangan.
Shinta Safira, tak menampik jika dirinya pernah menempuh pendidikan dan tinggal di West Haven High School Amerika Serikat bersama orang tua dan ketiga adiknya.Tahun 2010 Shinta Safira kembali ke Tanah Air. Seiring kepindahan sang ayah dalam pekerjaannya. Dibangku kelas III Shinta diterima di SMA Negeri 2 Bandung.
Cita-cita menempuh pendidikan di fakultas kedokteran tak kesampaian. Walau akhirnya, di Fakultas Teknik Industri Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional Bandung, menjadi pilihan.
Mahasiswi semester IV yang memiliki hobi membaca sejak usia tiga Tahun ini, telah memberikan berbagai prestasi melalui ajang baca, salah satunya adalah Bandung Raya English Writing Contest, 3rd place, theme: Balinese, diraihnya Tahun 2010.
Tak ingin dikatakan sombong, Shinta senang berbagi ilmu dengan temen-temen di lingkungan kampus hingga dirinya disebut sebagai guru private. Terutama kefasihan dalam berbahasa Inggris, seringkali Shinta menjadi guide di lingkungan kampus sekaligus didaulat oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia sebagai pimpinan English Club.
Pujian pun sempat datang dari salah satu dosen di Fakultas Teknik Kimia, Marthen Luther Doko. Shinta, ibarat putri pintar dan ramah dengan memiliki segudang potensi dan prestasi yang membanggakan. Namun itulah Shinta, tak mau termakan oleh pujian, dirinya tetap merendah dan santun.
“Mohon do’a serta dorongan semangat dan dukungan buat aku dari masyarakat Jawa Barat yah, agar aku menjadi pemenang dalam ajang kontes Miss Indonesia yang akan digelar pada 20 Februari jam 21.00 di RCTI, jangan lupa ketik ke MI (spasi) JABAR kirim ke 6288 ,” ucap Shinta Safira menutup perbincangan.
Diposting oleh Unknown 0 komentar
Read More
Kota Bandung adalah kota yang sarat akan beragam potensi Pariwisata, Seni dan Budaya. Dalam upaya meneruskan roda pembangunan, perlu dipersiapkan sosok generasi muda yang dapat mengembangkan seluruh potensi Kota Bandung. Terlebih di dalam usianya yang lebih dari 200 tahun, tentu saja tumbuh suatu harapan akan lahir generasi penerus yang mampu meneruskan roda pembangunan di tahun-tahun ke depan usia Kota Bandung, sehingga perlu dipersiapkan sosok-sosok generasi muda yang dapat mengembangkan seluruh potensi Kota Bandung. Namun hal yang terpenting adalah suatu proses regenerasi budaya antar generasi.
Melalui pasanggiri Mojang Jajaka sebuah proses regenerasi dapat dilakukan demi menghasilkan kualitas generasi yang mengerti dan memahami akar budayanya. Pemilihan Mojang Jajaka Kota Bandung, merupakan suatu ajang kompetisi guna mempersiapkan generasi muda unggulan Kota Bandung yang dapat berperan sebagai pemicu dalam kehidupan bermasyarakat, berbudaya, berbangsa dan bernegara.
Mojang dan Jajaka Kota Bandung adalah perwujudan dari generasi muda unggulan Jawa Barat yang dapat memerankan dirinya sebagai obor, khususnya dalam gerakan kebudayaan dan kepariwisataan di Kota Bandung , serta gerakan pembangunan seluruh aspek kehidupan pada umumnya. Sehingga para Mojang Jajaka Kota Bandung juga bisa menjadi ikon sosok ideal generasi muda Kota Bandung dan representasi citra positif Kota Bandung dari segala aspeknya.



Maksud dan Tujuan

Fokus utama dari kegiatan ini ialah untuk mendukung proses pembentukan suatu regenerasi budaya yang ideal, dengan menghasilkan sosok generasi muda yang memiliki jati diri sunda, yang berciri :Pengkuh Agamana (melaksanakan IMTAQ sesuai ajaran religinya), Luhung Elmuna (berdaya saing), Jembar Budayana (Tidak gagap budaya dan berjatidiri sunda), Rancage Gawena (berprestasi dan berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang). Kualitas ini akan ditumbuhkan untuk menghasilkan sosok generasi muda yang dapat merepresentasikan Kota Bandung dalam seluruh aspeknya pada masyarakat nasional dan internasional.
Diposting oleh Unknown 0 komentar
Read More
22 JULI s/d 22 AGUSTUS 2013
dapatkan FORMULIR nya di Disbudpar Kota Bandung
Jl. Ahmad Yani 277 (10.00 - 15.00 WIB)

Kriteria Peserta
1. Warga Negara Indonesia, belum pernah menikah dan berdomisili di Kota Bandung (dibuktikan dengan KK/KTP/SIM)
2. Berusia 16-23 tahun pada Tahun 2013.
3. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik (menguasai bahasa asing dan bahasa Sunda menjadi nilai tambah).
4. Cerdas, Berprestasi dan Berpotensi, serta memiliki pengetahuan umum yang luas, juga memahami mengenai kebudayaan dan pariwisata.
5. Berpenampilan menarik dengan minimal Tinggi badan untuk Mojang > 165 cm dan Jajaka > 170 cm.
6. Memenuhi seluruh persyaratan peserta.

Persyaratan Peserta
1. Menyerahkan formulir yang disediakan oleh panitia dan uang Rp. 100.000,- pada saat pendaftaran
2. Menyerahkan fotokopi KTP/Kartu Keluarga/SIM (menyatakan berdomisili di Kota Bandung)
3. Menyerahkan pas foto 4 x 6 sebanyak 3 (tiga) lembar, foto ukuran postcard berwarna close up sebanyak 2 (dua) lembar, dan foto seluruh badan berwarna sebanyak 2 (dua) lembar, serta Curriculum Vitae (CV)
Diposting oleh Unknown 0 komentar
Read More